Sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi Human Resources, Mayapada Hospital menyelenggarakan MH HR Expo 2026 di VASA Hotel Surabaya, 13/5. Forum ini menghadirkan praktisi HR, pimpinan perusahaan, serta mitra industri di Jawa Timur. Sekaligus menjadi ruang diskusi, isu yang diangkat tahun ini mengenai tantangan pengembangan SDM, transformasi organisasi, dan penguatan kolaborasi lintas fungsi.
Dalam forum tersebut, Lina Natalya selaku Head of Assessment KTM Solutions bersama Ivan Ahda, Talent and Transformation Director KTM Solutions, turut membawakan sesi strategis mengenai pentingnya data dan insight organisasi. “Organisasi hari ini perlu bergerak dari sekadar memiliki insight, menuju kemampuan menciptakan impact yang berkelanjutan,” ungkap Ivan Ahda saat membuka sesi paparan.

Kesiapan SDM dan Transformasi Organisasi
Ketidakmampuan organisasi dalam mengubah data menjadi keputusan, bukan hadir tanpa sebab. Indikasinya jelas terjadi pada mereka yang sudah mengadopsi teknologi, dari dashboard, survei employee engagement, hingga teknologi assessment yang semakin canggih. “Namun dalam praktiknya, banyak organisasi terjebak pada analisis data yang tidak menghasilkan dampak bagi organisasi,” tegas Lina.
Lina Natalya menjelaskan bahwa assessment seharusnya tidak berhenti sebagai aktivitas administratif rekrutmen atau pengukuran tahunan. Dalam perspektif KTM Solutions, assessment justru merupakan titik awal organisasi membangun keputusan strategis yang lebih presisi.
Ketika Organisasi Memiliki Banyak Data, Tetapi Minim Kejelasan Arah
Salah satu insight penting yang dibahas dalam forum tersebut adalah munculnya “insight gap”, yaitu kondisi ketika organisasi berhasil mengumpulkan banyak informasi, tetapi gagal menerjemahkannya menjadi perubahan perilaku, budaya, maupun performa bisnis yang berkelanjutan.
Data yang dipaparkan KTM Solutions menunjukkan bahwa kurang dari 30 persen transformasi organisasi berhasil. Sementara itu, hanya sekitar 16 persen transformasi digital yang mampu menghasilkan dampak berkelanjutan. “Angka tersebut menerangkan bahwa masalah hari ini bukan lagi tentang teknologi, melainkan kesiapan manusianya,” jelas Lina.
Lebih lanjut, dalam studi Digital Transformation Readiness KTM Solutions terhadap hampir 20 ribu responden, mayoritas individu masih berada dalam kategori belum siap menghadapi transformasi digital secara optimal. Temuan ini memperlihatkan bahwa transformasi organisasi tidak cukup dibangun melalui implementasi tools, training, atau roadmap perubahan semata. Organisasi perlu memahami kondisi psikologis, perilaku kerja, hingga kesiapan adaptif manusianya secara lebih mendalam.

HR Tidak Lagi Sekadar Support Function
Dalam forum MH HR Expo 2026 juga memperlihatkan bagaimana peran HR kini semakin bergeser menjadi strategic growth partner. Hal ini tercermin dari tujuan penyelenggaraan forum yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi HR, tetapi juga penguatan jejaring bisnis, kolaborasi lintas fungsi, hingga dukungan terhadap institusi strategis. Dalam konteks ini, Ivan Ahda menekankan bahwa organisasi tidak dapat lagi melihat talent, sistem, dan impact sebagai tiga agenda yang berjalan sendiri-sendiri.
“Organisasi adalah living system yang terus tumbuh, beradaptasi, dan merespons lingkungannya. Karena itu, pertanyaan penting bagi organisasi hari ini bukan lagi sekadar ‘program apa yang perlu dibuat’, melainkan ‘organisasi seperti apa yang sebenarnya ingin dibangun’,” ungkap Ivan.
Perspektif tersebut menjadi fondasi dari pendekatan Growth Circuit Framework yang diperkenalkan KTM Solutions dalam forum ini. Framework tersebut menekankan bahwa pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan hanya dapat terjadi ketika talent growth dan system growth berkembang secara bersamaan.

Employee Experience Kini Menjadi Early Warning System
Salah satu pembahasan yang paling relevan dalam forum ini adalah bagaimana employee experience tidak lagi dapat diperlakukan sebagai survei formalitas tahunan. Dalam paparannya, Lina menunjukkan bahwa employee experience kini berfungsi sebagai early warning system. “Hal ini dapat membantu organisasi menjaga produktivitas, retensi, hingga kesiapan menghadapi era kerja berbasis AI,” tutur Lina.
Data KTM Solutions menunjukkan bahwa terdapat faktor utama yang memengaruhi kontribusi karyawan. Tiga hal yang menjadi penting yakni purpose & meaning dalam pekerjaan, employee commitment, dan positive employee voice. Insight ini menunjukkan bahwa organisasi modern tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan engagement yang generik.
“Ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwasanya karyawan hari ini tidak hanya mencari tempat bekerja. Mereka mencari organisasi yang memiliki makna, arah pertumbuhan, dan identitas yang layak dipercaya,” tutup Lina dalam sesi paparannya.
Dari Insight Menuju Impact
Dalam MH HR Expo 2026, KTM Solutions menegaskan assessment bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan titik awal untuk membangun keputusan yang lebih presisi, humanis, dan berdampak jangka panjang. Kondisi ekonomi dan bisnis hari ini, mendorong organisasi membutuhkan lebih dari sekadar data. Tetapi juga perlu menguatkan kemampuan membaca insight secara strategis dan menerjemahkannya menjadi transformasi pada talenta, sistem, dan budaya kerja.
Melalui pendekatan berbasis data, KTM Solutions terus mendorong organisasi untuk tidak hanya bertumbuh lebih cepat, tetapi juga lebih berkelanjutan. Perkuat kesiapan transformasi SDM dan bangun pertumbuhan yang terukur, konsultasi strategis bersama KTM Solutions dan rancang perubahan yang relevan dengan tantangan bisnis hari ini.