Daftar Isi

Growth Insight Series: Dorong Organisasi Rancang Sustainability Reporting yang Kredibel

Daftar Isi

Tekanan global meningkat terhadap transparansi dan akuntabilitas lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), tantangannya, bagaimana merancang sustainability reporting yang kredibel. Melihat urgensi tersebut, KTM Solutions menghadirkan Growth Insight Series (GIS): “ESG Without Guesswork: Driving Credible Sustainability Reporting Through Data” secara daring, 29/10.

KTM Solutions: Growth Insight Series
Growth Insight Series #1

Webinar ini dirancang sebagai ruang dialog bagi para pemimpin bisnis dan pengambil keputusan untuk memahami bagaimana mengelola sustainability reporting. Tujuannya untuk menyelaraskan dengan standar internasional, dan relevan dengan kebutuhan bisnis.

Sebagai tech-enabled consulting yang berfokus pada Assessment, Learning, Consulting, dan Impact. KTM Solutions memposisikannya sebagai wadah untuk menavigasi perubahan ekosistem ESG dan mengoptimalkan data sebagai dasar pengambilan keputusan masa depan.

Standar Global yang Bergerak Cepat, dan Tantangan Organisasi Mengikutinya

Diskusi dibuka dengan menggambarkan lanskap ESG di tingkat global mengalami perubahan. IFRS (International Financial Reporting Standards) S1 dan S2 oleh ISSB serta pembaruan GRI 2024 mendorong organisasi menyelaraskan narasi dengan informasi finansial.

Di Indonesia, OJK dan IAI juga memperketat arah pelaporan melalui POJK 51/POJK.03/2017 dan pengembangan PSPK (Pedoman Standar Pelaporan Keberlanjutan). Perubahan ini menuntut organisasi mampu menghubungkan isu material, risiko strategis, dan data ESG dengan arah bisnis jangka panjang.

Konteks tersebut membawa peserta masuk ke inti diskusi: Bagaimana membangun sustainability reporting yang benar-benar menjadi fondasi value creation bagi perusahaan.

ESG yang Kredibel Selalu Dimulai dari Data yang Konsisten

Hadir sebagai narasumber utama, Salman Noersiwan Bachtiar, Ecologist Expert Corporate menegaskan bahwa pilar utama pelaporan ESG ada pada kualitas data.

Salman seringkali menemukan inisiatif ESG yang baik, tetapi belum dikomunikasikan secara efektif. Penyebabnya ada pada datayang tidak dikumpulkan secara sistematis dan tidak diselaraskan dengan acuan seperti IFRS S1/S2, GRI 2024, atau PSPK.

“Kredibilitas sustainability reporting ditentukan oleh sejauh mana perusahaan mampu menampilkan data yang material, akurat, dan dapat diaudit. Ketika data tidak lengkap, narasi akan kehilangan relevansi, dan perusahaan berisiko kehilangan kepercayaan investor.” tuturnya.

Di hadapan ratusan peserta, Salman menggarisbawahi pentingnya materiality assessment, data governance, serta bagaimana memetakan indikator pengaruh pada risiko dan peluang bisnis.

Sesi ini mengantar peserta kepada kebutuhan berikutnya: bagaimana praktik di lapangan dapat diterapkan.

Dari Regulasi ke Praktik: Menerjemahkan Standar ESG ke Dalam Proses yang Bisa Dilaksanakan

Setelah membahas konsep, sesi berlanjut ke pembahasan metodologi praktis. Peserta diperlihatkan bagaimana proses sustainability reporting yang kredibel dibangun melalui tahapan yang jelas dari pemahaman standar (POJK, IFRS-ISSB, GRI)

Diskusi panel menunjukkan bahwa perusahaan sering tersendat pada level teknis: keterbatasan kapabilitas tim ESG, data yang tersebar di berbagai departemen, serta belum adanya sistem pengelolaan data yang audit-ready.

Melalui studi kasus dan dialog interaktif, Salman juga menggambarkan bagaimana perusahaan dapat memulai transformasi data mereka dari pengumpulan dasar hingga penyusunan impact narrative yang selaras dengan strategi kompetitif perusahaan.

Solusi Strategis KTM Solutions: Ubah Pelaporan Menjadi Keunggulan Kompetitif

Sebelum menutup sesi, moderator GIS kali ini Anggi Gayatri Setiawan, Sustainability Manager menjelaskan bagaimana KTM Solutions membantu organisasi tidak hanya menjalankan pelaporan ESG, tetapi memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi bisnis.

Melalui pendekatan data-driven sustainability, KTM Solutions membantu perusahaan untuk:

  • Memetakan isu material dengan presisi,
  • Membangun sistem data ESG yang konsisten dan siap diaudit,
  • Menyelaraskan laporan dengan standar IFRS–ISSB & GRI,
  • Meningkatkan skor ESG rating melalui gap analysis,
  • Merancang narrative report yang mencerminkan value creation dan positioning kompetitif,
  • Menghubungkan insight ESG dengan strategi bisnis, talent management, dan inovasi.

Pendekatan ini memastikan bahwa sustainability reporting bukan lagi aktivitas tahunan, melainkan dapat menjadi landasan pengambilan keputusan yang meningkatkan performa, reputasi, dan daya saing.

Growth Insight Series kali menjadi bukti komitmen KTM Solutions untuk mendampingi perusahaan see with depth dan scale with purpose, menyajikan reporting yang kredibel, relevan, dan berdampak.


Growth Insight Series (GIS) adalah rangkaian forum yang digagas KTM Solutions untuk menjembatani praktik dan kebijakan dalam bidang sustainability, human capital, dan corporate governance. 

Keywords:

Bagikan

KTM Solutions

Subscribe to the KTMSolutions.id Blog

Stay connected with KTMSolutions.id and receive new blog posts in your inbox.

Artikel Lainnya