Beberapa tahun terakhir, istilah ESG (Environmental, Social, and Governance) semakin sering terdengar dalam dunia bisnis. Tidak hanya sebagai tren global, ESG kini menjadi tolok ukur penting bagi investor dan publik dalam menilai seberapa serius sebuah perusahaan menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya keberlanjutan mulai tumbuh pesat, terutama setelah diterbitkannya POJK No. 51/2017, yang mewajibkan lembaga jasa keuangan dan emiten untuk membuat Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report). Namun, kenyataannya masih banyak perusahaan yang melihat laporan ini sebatas formalitas dokumen wajib yang harus ada, bukan alat strategis untuk membangun nilai jangka panjang.
Padahal, dalam konteks global, dunia bisnis kini menilai bukan hanya berapa banyak kegiatan CSR dilakukan, melainkan apa dampak nyatanya terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Dengan kata lain, perusahaan perlu beralih dari sekadar pelaporan aktivitas (activity-based) ke pelaporan dampak (impact-based).
Inilah saatnya perusahaan di Indonesia memahami bahwa Sustainability Report dan Impact Reporting bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi bisnis yang mampu memperkuat reputasi, menarik investor, dan meningkatkan daya saing jangka panjang.
Definisi dan Konsep Dasar ESG
ESG adalah kerangka penilaian yang melihat sejauh mana perusahaan memperhatikan tiga dimensi keberlanjutan, yaitu lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance). Berbeda dari CSR yang cenderung bersifat filantropis, ESG lebih menekankan pada risiko dan nilai bisnis jangka panjang.
Dengan pemahaman ini, perusahaan dapat melihat bahwa Sustainability Report dan Impact Report sebenarnya saling melengkapi. Sustainability Report menjadi wadah formalnya, sementara Impact Reporting menjadi pusat analisisnya, di mana data dan hasil nyata menjadi bukti komitmen keberlanjutan perusahaan.
Lalu apa yang dimaksud dengan keduanya?
- Sustainability Report adalah dokumen resmi yang menjelaskan kinerja organisasi dalam tiga aspek utama yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Laporan ini biasanya mengacu pada standar global seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan United Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs).
- Impact Reporting adalah proses mengukur, menganalisis, dan melaporkan hasil nyata dari program atau kebijakan. Fokusnya bukan sekadar aktivitas, misalnya seperti berapa banyak pohon ditanam, melainkan outcome dan impact, seperti seberapa besar kualitas udara membaik atau kesejahteraan masyarakat meningkat akibat program tersebut.
Aspek Penting dalam Sustainability Report
Sebuah Sustainability Report yang baik tidak hanya mencantumkan kegiatan atau kebijakan, tetapi juga menyajikan data yang relevan dari berbagai aspek, seperti:
- Environmental Impact. Meliputi data tentang emisi karbon, penggunaan energi, konsumsi air, serta pengelolaan limbah. Misalnya, perusahaan dapat melaporkan pengurangan emisi karbon dioksida tahunan dan upaya efisiensi energi melalui inovasi produksi.
- Social Impact. Berkaitan dengan kesejahteraan karyawan, hak asasi manusia, pemberdayaan masyarakat, serta dampak sosial dari aktivitas bisnis. Ini termasuk tingkat kepuasan tenaga kerja, program pelatihan, dan inisiatif sosial di komunitas sekitar.
- Governance. Menyoroti aspek tata kelola perusahaan seperti transparansi, etika bisnis, dan sistem pengawasan internal. Governance yang kuat menjadi dasar kepercayaan publik dan investor.
- Stakeholder Engagement. Bagaimana perusahaan melibatkan berbagai pihak, mulai dari karyawan hingga komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan.
- Materiality Assessment. Tahapan penting untuk menentukan isu keberlanjutan mana yang paling relevan dan signifikan bagi perusahaan. Ini memastikan laporan fokus pada hal yang benar-benar berdampak.
Jenis dan Pendekatan dalam Pelaporan
Secara umum, ada dua pendekatan utama dalam membuat laporan keberlanjutan, yaitu
- Descriptive atau compliance-based. Pendekatan ini berfokus pada narasi dan kebijakan. Kelebihannya adalah mudah disusun, memenuhi kewajiban regulasi, namun seringkali minim dampak secara strategis
- Strategic atau Impact driven. Ciri utamanya adalah mengaitkan data kinerja dengan nilai bisnis dan hasil nyata. Kelebihannya adalah memberikan insight mendalam untuk pengambilan keputusan jangka panjang dan peningkatan reputasi.Â
Perusahaan yang ingin berkembang secara berkelanjutan perlu beralih ke pendekatan impact-driven, karena inilah yang benar-benar menunjukkan nilai dan efektivitas strategi keberlanjutan.
Manfaat Sustainability Report dan Impact Reporting
Baik Sustainability Report maupun Impact Report memberikan banyak manfaat bagi organisasi, asalkan disusun dengan tepat dan berbasis data.
Manfaat Sustainability Report
- Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor. Investor kini lebih memilih perusahaan yang terbuka dan bertanggung jawab terhadap dampak sosial serta lingkungan.
- Mengoptimalkan efisiensi operasional. Data lingkungan dan sosial membantu perusahaan menemukan area penghematan, misalnya dalam konsumsi energi atau bahan baku.
- Membangun reputasi keberlanjutan. Laporan yang transparan memperkuat citra perusahaan sebagai organisasi yang peduli terhadap masa depan.
Manfaat Impact Reporting
- Mengukur efektivitas program. Perusahaan bisa mengetahui apakah program CSR atau inisiatif keberlanjutannya benar-benar memberi dampak positif.
- Meningkatkan akuntabilitas. Stakeholder dapat melihat bukti konkret dari janji keberlanjutan yang disampaikan.
- Memberi insight untuk perbaikan berkelanjutan. Hasil analisis dampak membantu perusahaan mengoptimalkan strategi di masa depan.
- Mempermudah komunikasi dengan publik dan investor. Data kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dengan visual menarik membuat laporan lebih mudah dipahami.
Tantangan dalam Membuat Laporan
Meskipun manfaatnya besar, banyak organisasi masih menghadapi berbagai tantangan dalam membuat laporan keberlanjutan.
Tantangan di sektor CSR atau Impact di antaranya:
- Laporan masih fokus pada aktivitas, bukan hasil nyata.
- Tidak adanya standar baku untuk pengukuran (misalnya SDGs, GRI, atau ESG).
- Sulit menunjukkan hubungan langsung antara program sosial dan nilai bisnis.
Tantangan dii sektor pemerintahan di antaranya:
- Program kebijakan sulit diukur hasil nyatanya.
- Kurangnya koordinasi data antar unit.
- Tekanan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas semakin tinggi.
Salah satu solusi untuk menjawab tantangan ini adalah Impact Reporting berbasis data, seperti yang ditawarkan oleh KTM Solutions. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu sistem yang terintegrasi. Hasilnya divisualisasikan dalam dashboard interaktif, sehingga pemangku kepentingan dapat langsung melihat pencapaian dan dampak nyata dari setiap program.
Tips Implementasi
Agar proses penyusunan Sustainability Report dan Impact Report berjalan efektif, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti:
- Mulai dari materiality assessment. Tentukan isu keberlanjutan yang paling relevan dengan bisnis anda.
- Gunakan data terukur, bukan sekadar narasi. Angka berbicara lebih kuat daripada cerita tanpa bukti.
- Integrasikan laporan dengan strategi bisnis. Pastikan keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan, bukan pelengkap.
- Lakukan review lintas fungsi. Libatkan tim dari berbagai departemen seperti finance, HR, dan sustainability agar hasilnya komprehensif.
- Gunakan bantuan konsultan ahli. Pendamping profesional dapat membantu validasi data dan memastikan laporan memenuhi standar global.
Sustainability Report bukan lagi sekadar kewajiban administratif. Ia adalah strategi komunikasi nilai keberlanjutan bisnis bagaimana perusahaan membuktikan bahwa keberhasilan finansial bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Impact Reporting menjadi jembatan antara niat baik dan bukti nyata. Melalui pendekatan berbasis hasil dan pembelajaran, organisasi bisa menunjukkan bahwa setiap inisiatif yang dilakukan benar-benar membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bumi. KTM Solutions hadir membantu organisasi anda merancang strategi dan sistem pengukuran yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan data, analisis dampak, hingga pengambilan keputusan bisnis. Karena keberlanjutan yang nyata bukan hanya soal laporan, tapi tentang bagaimana data dapat menggerakkan perubahan. -RDRP-