Job Profiling merupakan psikogram yang memudahkan perusahaan dalam menilai kompetensi individu dan kesesuaiannya dengan tuntutan pekerjaan pada suatu posisi/job title di level staf perusahaan.
Job Profiling merupakan psikogram yang memudahkan perusahaan dalam menilai kompetensi individu dan kesesuaiannya dengan tuntutan pekerjaan pada suatu posisi/job title di level staf perusahaan.
Job Profiling dapat digunakan untuk menilai potensi dan kompetensi individu serta kesesuaiannya saat diposisikan sebagai staf dengan job title tertentu. Psikogram ini dapat memberikan informasi terkait individu berupa:
| Posisi / Job Title | Deskripsi Pekerjaan | Potensi / Kompetensi Utama | Potensi / Kompetensi Pendukung |
| Administration staff (staf administrasi) | Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi di sebuah perusahaan/organisasi. | Accuracy, Concern for Order, dan Communication | Endurance, Problem Solving, Adaptability, Initiative, Value & Ethics, dan Collaborating |
| Programmer staff (staf programmer) | Melakukan pengembangan aplikasi, sistem informasi, dan pemeliharaan, serta memberikan dukungan teknis dalam berbagai aspek pekerjaan di sebuah perusahaan/organisasi. | Accuracy, Problem Solving dan Technology Savvy | Analytical Thinking, Innovative, Concern for Order, Adaptability, Continuous Learning, Collaborating dan Communication |
| Data analyst staff (staf data analyst) | Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan pengawasan terhadap penyimpangan keuangan pada internal perusahaan/organisasi | Analytical Thinking, Accuracy, dan Information Seeking | Numerical Reasoning, Concern for Order, Perseverance, Value & Ethics, Collaborating, dan Communication |
| IT database administrator staff (staf administrator database IT) | Merancang, memasang aplikasi, dan memelihara kinerja umum database di sebuah perusahaan/organisasi | Analytical Thinking, Problem Solving dan Concern for Order | Innovative, Adaptability, Continuous Learning, Collaborating, Communication, dan Technology Savvy |
| Customer support staff (staf customer support) | Memberikan layanan yang memuaskan terhadap kebutuhan pelanggan pada sebuah perusahaan/organisasi. | Concern for Order, Communication, dan Service Orientation | Accuracy, Endurance, Problem Solving, Accountability, Collaborating, dan Respect & Humility |
| Tax staff (staf pajak) | Mengelola segala proses pembayaran pajak di sebuah perusahaan/organisasi | Accuracy, Concern for Order dan Compliance | Analytical Thinking, Numerical Reasoning, Information Seeking, Adaptability, Continuous Learning, Collaborating, dan Communication |
| Audit staff (staf audit) | Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan pengawasan terhadap penyimpangan keuangan pada internal perusahaan/organisasi | Analytical Thinking, Accuracy, dan Compliance | Problem Solving, Concern for Order, Information Seeking, Accountability, Self-Confidence, Value & Ethics, dan Communication |
| HRD staff (staf HRD) | Memaksimalkan sumber daya manusia di sebuah perusahaan/organisasi | Accuracy, Concern for Order, dan Communication | Innovative, Problem Solving, Adaptability, Value & Ethics, Collaborating, dan Empathy |
| Logistics staff (staf logistik) | Melakukan perencanaan dan pengaturan distribusi barang, jasa, atau informasi secara efektif dan efisien di sebuah perusahaan/organisasi. | Accuracy, Concern for Order dan Collaborating | Analytical Thinking, Problem Solving, Planning & Organizing, Communication, dan Service Orientation |
| Teller | Melayani dan menangani nasabah secara langsung terkait transaksi keuangan yang diperlukan | Accuracy, Communication dan Service Orientation | Numerical Reasoning, Endurance, Speed, Problem Solving, Concern for Order, dan Compliance |

140 minutes








General Job Profiling (GJP) merupakan set kompetensi yang disusun oleh Talentics by KTM Solutions untuk memudahkan perusahaan dalam menilai kompetensi individu dan kesesuaiannya dengan tuntutan pekerjaan pada suatu posisi/job title di level staf perusahaan.
Melalui riset dan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Talentics by KTM Solutions, didapatkan 10 posisi/job title yang paling banyak dicari oleh banyak perusahaan atau organisasi pada masa ini, yaitu:
Aspek kompetensi yang diukur pada General Job Profiling telah disesuaikan dengan tuntutan, tanggung jawab, dan tugas pada masing-masing posisi/job title. Riset yang dilakukan oleh Talentics terhadap deskripsi pekerjaan (job description) kesepuluh posisi/job title menjadi dasar penetapan aspek kompetensi yang disarankan oleh Talentics by KTM Solutions.
Oleh karena penetapan aspek kompetensi didasarkan pada job description masing-masing posisi/job title, maka terdapat perbedaan aspek yang diukur. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan adanya beberapa aspek yang sama dan digunakan untuk posisi/job title yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena beberapa posisi/job title memiliki kemiripan tuntutan/tugas. Sebagai contoh, aspek Kemampuan Analisis pada Staf Programmer tidak diukur pada teller, staf HRD, staf customer support, dan staf administrasi. Hal ini karena tuntutan pada pekerjaan teller, staf HRD, staf customer support, dan staf administrasi tidak mengutamakan kemampuan analisis seperti tuntutan pada staf programmer.
Penilaian terhadap kompetensi dilakukan dengan menggunakan beberapa alat ukur yang telah dikonversikan sesuai definisi dan fungsi masing-masing alat ukur. Beberapa alat ukur yang digunakan adalah Cognitive Abilities Test (CAT), General Competency Test (GCT), Talentics Personality Test (TPT), dan Perceptual Speed Test (PST).
Penentuan rekomendasi pada masing-masing posisi/job title dilakukan dengan menghitung jumlah gap pada seluruh aspek kompetensi yang diukur. Gap dihitung dari jumlah kompetensi yang belum mencapai nilai standar yang ditetapkan. Standar skor di dalam GJP ditandai dengan adanya grey area. Selain itu, terdapat kompetensi mandatori yang menjadi syarat penentuan rekomendasi. Ketika kompetensi mandatori tidak tercapai, maka dapat dikatakan bahwa individu tidak memenuhi syarat untuk direkomendasikan di posisi/job title yang dituju. Perbedaan antara kompetensi umum dan mandatori terletak pada tingkat kepentingan yang didasarkan pada pemenuhan tuntutan pekerjaannya. Kompetensi mandatori adalah kompetensi-kompetensi utama yang penting dimiliki oleh individu untuk mendukung penyelesaian tugasnya. Sementara itu, kompetensi umum merupakan kompetensi-kompetensi pendukung yang juga dapat menunjang optimalisasi pemenuhan tuntutan kerja individu.
Pada dasarnya GJP lebih ditujukan untuk menilai kesesuaian kompetensi pada level pelaksana. Hal ini membuat GJP lebih sesuai digunakan untuk tujuan seleksi atau evaluasi terhadap kesesuaian individu dengan posisi kerjanya saat ini. Sementara itu, proses promosi biasanya digunakan untuk kenaikan dari pelaksana ke pangkat/jabatan lebih tinggi dimana terdapat tuntutan lebih kompleks dibanding pelaksana. Oleh sebab itu, disarankan untuk melakukan kustomisasi terhadap aspek-aspek kompetensi dalam GJP dengan menambahkan kompetensi terkait kepemimpinan dan manajerial apabila ingin menggunakannya sebagai salah satu tools untuk pengangkatan.
Pada dasarnya, GJP dirancang dengan melalui konversi terhadap beberapa alat ukur milik Talentics by KTM Solutions. Hasil dari masing-masing tes yang digunakan ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi kompetensi yang mungkin ditampilkan individu saat bekerja. Di sisi lain oleh karena sifat dari beberapa tes yang digunakan adalah self-inventory, maka tetap diperlukan adanya penilaian yang lebih bersifat objektif terhadap kompetensi. Oleh sebab itu, pembacaan laporan oleh profesional serta penilaian melalui metode wawancara dan/atau behavior based assessment (assessment center) dapat digunakan untuk memperlengkapi penilaian kompetensi individu.
General Profiling (Common Psychogram) merupakan produk psikogram yang juga dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions. Perbedaan antara General Profiling (Common Psychogram) dan GJP terletak pada tujuan penggunaannya. General Profiling (Common Psychogram) tidak ditujukan untuk penilaian kompetensi yang spesifik mengarah pada suatu posisi/job title. Namun, General Profiling (Common Psychogram) untuk membedakan kompetensi berdasarkan tingkat jabatan/level (Semi-skilled Worker, Staff, Supervisor dan Manager). Sementara itu, GJP digunakan untuk memetakan kompetensi yang spesifik pada suatu posisi/job title khusus di level Staff/Pelaksana.