Work Performance adalah alat ukur untuk mengetahui performa kerja individu yang dinilai berdasarkan beberapa komponen seperti ketelitian dan kecepatan kerja.
15 Minutes
Work Performance penting digunakan untuk:
Selain mengukur performa dan pola kerja, Work Performance juga mengukur elemen-elemen lainnya, meliputi:

15 Minutes

Performance

Cognitive

Development, Selection

Bahasa Indonesia, English
Work Performance Test (WPT) merupakan alat ukur yang dirancang dan dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions dengan basis teknologi untuk mengukur sikap dan kemampuan kerja. WPT digunakan dengan tujuan agar organisasi atau perusahaan dapat memprediksi bagaimana kemampuan dan keandalan individu dalam menampilkan performa untuk menyelesaikan tugas.
WPT dirancang untuk mengukur aspek-aspek mengenai performa kerja individu, yaitu kecepatan, ketelitian, stabilitas emosi, pengarahan fokus, dan motivasi. Pola dan performa kerja secara umum juga dapat digambarkan dari hasil tes WPT. Berikut penjelasan tiap komponen:
WPT merupakan speed test yang dikembangkan dengan basis teknologi serta merupakan modifikasi dari beberapa tes konvensional yang juga tergolong ke dalam kategori speed test yaitu tes Pauli, Kraepelin dan Summing-to-10 test.
Tidak, WPT memang dikembangkan melalui modifikasi terhadap beberapa tes konvensional yang sudah lebih umum digunakan untuk mengukur performa kerja. Aspek-aspek yang diukur juga memiliki kemiripan dengan yang diukur oleh alat tes Pauli dan Kraepelin. Namun, stimuli (bentuk soal), administrasi tes, norma, dan sistem perhitungan skor yang digunakan cukup berbeda dan dikembangkan sendiri oleh Talentics by KTM Solutions. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa WPT bukanlah tes Pauli, Kraepelin, dan/atau Summing-to-10 test.
WPT memerlukan waktu 15 menit untuk pengerjaannya. Peserta tes akan diminta untuk memilih kotak-kotak dengan pasangan angka yang memiliki hasil penjumlahan genap. Terdapat 20 lembar pengerjaan yang harus diselesaikan oleh peserta tes.
Uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan terhadap WPT milik Talentics memiliki besaran yang memenuhi kriteria, sehingga dapat dipercaya memiliki hasil pengukuran yang akurat. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa alat tes ini terbukti dapat mengukur performa kerja individu. Idealnya, akurasi hasil tes WPT dapat digunakan selama 18-24 bulan.
Norma yang digunakan pada WPT diperoleh dari populasi lokal dengan sumber data lebih dari 2500 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Berikut adalah kriteria populasi yang menjadi dasar penormaan WPT:
Ya, WPT adalah salah satu tes yang digunakan untuk mengukur performa individu saat mengerjakan suatu tugas. Pengukuran ini dapat digunakan dalam proses seleksi karyawan dikarenakan perilaku, perasaan, serta kognisi yang diamati dan diukur dalam tes ini menggambarkan prediksi kinerja individu di masa depan dalam situasi dan/atau tugas serupa.
Sesuai dengan fungsi alat ukur WPT yang terkait dengan tujuan memprediksi performa kerja, maka pengukuran terhadap aspek tersebut akan membantu perusahaan untuk mengambil keputusan dalam penerimaan seorang calon karyawan. Terlebih untuk tujuan seleksi pada posisi pelaksana (semi-skilled worker dan staff) dan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan daya tahan seperti staf administrasi, akuntan, pajak, teller dan lain-lain, disarankan untuk menggunakan tes ini sebagai pertimbangan. Agar memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terkait kandidat, pengukuran terhadap aspek-aspek lain dan penggunaan beberapa metode pendukung juga disarankan. Tes keterampilan, wawancara, atau referensi dapat digunakan untuk mendukung penilaian dan pengambilan keputusan terhadap kandidat.
Pada beberapa instansi, perusahaan, atau organisasi, pengukuran terhadap performa individu tidak menjadi syarat utama dalam penilaian kelayakan kenaikan pangkat. Melainkan perusahaan lebih mempertimbangkan evaluasi kinerja, kompetensi, pencapaian, dan pengalaman karyawan selama bekerja di perusahaan. Namun apabila perusahaan tetap ingin mengukur kecepatan, ketelitian, stabilitas emosi, pengarahan fokus, dan motivasi kerja sebagai salah satu pertimbangan kenaikan pangkat, maka pengukurannya dapat tetap dilakukan sesuai kebutuhan dan kebijakan perusahaan.