Visualization adalah alat ukur untuk mengetahui kemampuan persepsi dan kognitif individu dalam hal membayangkan, mengimajinasikan, dan mengubah objek dua dimensi maupun tiga dimensi.
15 Minutes
Visualization penting digunakan untuk mengukur kemampuan individu dalam hal membayangkan, memanipulasi, dan mengubah objek menggunakan kemampuan persepsi dan kognisi.

15 Minutes

Cognitive / Ability

Cognitive

Pre-Hire Screening

Bahasa Indonesia
Visualization test merupakan salah satu jenis tes yang dirancang dan dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions untuk mengukur kemampuan individu dalam hal membayangkan memanipulasi, dan mengubah objek dua dimensi maupun tiga dimensi menggunakan kemampuan persepsi dan kognisi.
Visualization test milik Talentics by KTM Solutions dirancang untuk mengukur kemampuan visualisasi individu menggunakan dua kategori, yaitu:
Visualization test milik Talentics by KTM Solutions dikembangkan berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Carroll dan Zimmerman. Teori ini secara umum membahas mengenai kemampuan visualisasi individu.
Visualization test terdiri dari 5 komponen tes dengan rincian sebagai berikut :
Total butir yang diukur pada visualization test sebanyak 15 butir dengan waktu pengerjaan maksimal 15 menit.
Norma yang digunakan pada visualization test diperoleh dari populasi lokal dengan sumber data lebih dari 300 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Berikut adalah kriteria populasi yang menjadi dasar penormaan visualization test :
Berdasarkan analisis validitas dengan melakukan analisis taraf kesukaran butir, daya diskriminasi, serta efektivitas distraktor, visualization test memiliki besaran yang memenuhi kriteria, sehingga dapat dipercaya memiliki hasil pengukuran yang akurat. Dapat dikatakan bahwa alat tes ini terpercaya untuk mengukur kemampuan persepsi dan kognisi individu secara tepat dan akurat.
Ya, visualization test adalah salah satu tes yang dapat digunakan dalam proses seleksi karyawan. Pada dasarnya memang tidak semua proses seleksi di perusahaan membutuhkan tes visualisasi. Perlu tidaknya tes visualisasi pada sebuah proses seleksi tergantung pada jenis pekerjaan, persyaratan, dan kebijakan perusahaan atau organisasi tertentu. Beberapa pekerjaan atau sektor, seperti desain grafis, arsitektur, atau bidang kreatif lainnya, mungkin memerlukan kemampuan visual yang kuat. Dalam hal ini, tes visualisasi dapat menjadi alat yang berguna dalam menilai kemampuan kandidat untuk posisi tersebut. Agar memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terkait kandidat, pengukuran terhadap aspek-aspek lain dan penggunaan beberapa metode pendukung juga disarankan. Tes keterampilan, wawancara, atau referensi dapat digunakan untuk mendukung penilaian dan pengambilan keputusan terhadap kandidat.
Adapun hasil laporan visualization test yang objektif dan minim bias dapat digunakan pada beberapa lingkup, yaitu: