General Competency merupakan kesatuan tes yang dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions untuk mengetahui gambaran kompetensi-kompetensi individu yang umumnya diperlukan dalam bekerja.
30 Minutes
General Competency penting digunakan untuk memperlengkapi hasil tes kognitif dan interview dalam proses penerimaan atau evaluasi. Hasil tes memberikan informasi terkait individu berupa:

30 Minutes

Competency

General

Development, Talent Mapping

Bahasa Indonesia, English

General Competency Test (GCT) merupakan salah satu jenis tes yang dirancang dan dikembangkan oleh Talentics untuk mengetahui gambaran kompetensi-kompetensi individu yang umumnya diperlukan dalam bekerja.
General Competency Test Talentics by KTM Solutions dirancang untuk memetakan enam kelompok kompetensi yang dimiliki individu, yaitu :
GCT merupakan kesatuan tes yang disusun menggunakan kearifan lokal Indonesia. Tes ini dikembangkan dengan memetakan konsep-konsep hingga terbentuk 6 kelompok kompetensi yang digunakan untuk mengukur kecenderungan kerja individu. Adapun teori-teori yang mendasari konsep kompetensi pada pengembangan General Competency Test adalah:

Total butir yang dimiliki GCT adalah sebanyak 76 butir dengan waktu pengerjaan maksimal 30 menit.
Penilaian terhadap kompetensi umum individu dilakukan dengan cara self-report. Artinya, individu akan memberikan penilaian terhadap dirinya mengenai pernyataan-pernyataan yang ditampilkan pada tes. Individu dapat memilih enam pilihan respons, mulai dari “Sangat tidak menggambarkan diri saya” hingga “Sangat menggambarkan diri saya”.
Seluruh alat ukur Talentics by KTM Solutions telah dilengkapi dengan fitur untuk mendeteksi bentuk-bentuk perilaku yang bertentangan dengan harapan pada saat pengerjaan tes. Fitur yang tersedia diantaranya adalah Response Bias dan Indicator of Misbehavior. Response Bias digunakan untuk memberikan informasi mengenai kemungkinan keaslian individu dalam memberikan respons terhadap tes. Terdapat dua jenis Response Bias, yaitu Genuine Response (mengindikasikan respons-respons dalam tes menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya) dan Not Genuine Response mengindikasikan respons-respons dalam tes tidak menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya.) Sementara itu, Indicator of Misbehavior digunakan untuk mendeteksi durasi dan frekuensi individu keluar dari laman tes untuk membuka laman/aplikasi lain selama proses pengerjaan tes. Meski demikian, penggalian informasi lebih lanjut terhadap informasi yang disajikan tetap disarankan agar lebih memahami faktor-faktor yang mendasari penilaian terhadap Response Bias dan Indicator of Misbehavior (terutama pada hasil tes yang memiliki indikasi Not Genuine dan/atau banyaknya indikasi Misbehavior yang terdeteksi).
Norma yang digunakan pada GCT diperoleh dari populasi lokal dengan sumber data lebih dari 7500 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Berikut adalah kriteria populasi yang menjadi dasar penormaan GCT:
Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, General Competency Test milik Talentics by KTM Solutions memiliki besaran yang memenuhi kriteria, sehingga dapat dipercaya memiliki hasil pengukuran yang akurat. Dapat dikatakan bahwa alat tes ini terbukti dapat mengukur kompetensi individu dalam bekerja berdasarkan penilaian terhadap dirinya sendiri. Idealnya, sama seperti tes kompetensi pada umumnya akurasi hasil tes GCT dapat digunakan selama 18-24 bulan.
Ya, bisa. Untuk dapat memenuhi kebutuhan klien yang beragam dengan lebih akurat, Talentics memiliki layanan kustomisasi yaitu dengan melakukan proses konversi (penyetaraan) antara kompetensi-kompetensi yang dimiliki klien dengan aspek-aspek yang ada pada alat ukur pengukuran Talentics by KTM Solutions. Proses konversi dilakukan mengulas definisi kompetensi klien dan menyandingkannya dengan aspek-aspek kompetensi pada alat ukur Talentics by KTM Solutions yang memiliki definisi serupa atau mengukur hal yang serupa dengan definisi kompetensi klien. Satu kompetensi klien dapat diukur menggunakan satu kompetensi tunggal atau gabungan dari beberapa kompetensi milik Talentics by KTM Solutions.
Ya, GCT adalah salah satu alat untuk mengukur kompetensi umum yang dapat digunakan dalam proses seleksi karyawan. Melalui GCT, perusahaan dapat menilai gambaran umum kompetensi yang dimiliki kandidat. Informasi terkait gambaran umum kompetensi, kelebihan dan area pengembangan dapat digunakan untuk ketiga tujuan tersebut.
Pengukuran terhadap kompetensi umum penting dilakukan terhadap kandidat. Hal ini karena perusahaan perlu untuk mengetahui kompetensi awal yang dimiliki kandidat saat memulai bekerja di perusahaan, sehingga memiliki dasar yang dapat digunakan untuk pemetaan posisi dan/atau jabatan; pemberian tugas sesuai kemampuan, kelebihan, maupun kelemahan; serta merencanakan pengembangan untuk mengoptimalkan kompetensi kerja yang dimiliki. Oleh sebab itu, tes terhadap kompetensi umum kandidat pada proses seleksi disarankan untuk dilakukan.
Sama halnya dengan proses seleksi, untuk tujuan kenaikan pangkat perusahaan perlu mengetahui capaian kompetensi umum karyawan saat ini. Gambaran mengenai kompetensi-kompetensi tersebut dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi terhadap kesiapan karyawan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih kompleks di posisi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, tes terhadap kompetensi umum kandidat pada proses kenaikan pangkat disarankan untuk dilakukan.
Pada dasarnya, GCT dirancang untuk menjadi salah satu sumber penilaian terhadap individu mengenai kompetensi-kompetensi yang dimiliki. Hasil tes ini dapat dijadikan sebagai informasi untuk memprediksi kompetensi yang mungkin ditampilkan individu saat bekerja. Di sisi lain oleh karena sifat tes ini adalah self-inventory, maka tetap diperlukan adanya penilaian yang lebih bersifat objektif terhadap kompetensi. Oleh sebab itu, pembacaan laporan oleh profesional serta penilaian melalui wawancara dan/atau behavior based assessment (assessment center) dapat digunakan untuk memperlengkapi penilaian kompetensi individu.