Cognitive Ability adalah alat ukur untuk mengetahui kecerdasan umum.
30 Minutes
Cognitive Ability penting digunakan untuk mengukur prediksi kemampuan kerja individu berupa:

30 Minutes

Cognitive / Ability

Cognitive

Pre-Hire Screening

Bahasa Indonesia, English

Cognitive Ability Test (CAT) merupakan salah satu jenis tes yang dirancang dan dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions untuk mengukur kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Tes kecerdasan Talentics by KTM Solutions dirancang untuk mengukur tiga komponen utama, yaitu
Cognitive Ability Test milik Talentics by KTM Solutions dikembangkan berdasarkan model teori Kecerdasan Umum Cattell-Horn-Carroll (Schneider dan McGrew, 2012). Teori ini umum digunakan untuk mendasari tes-tes kecerdasan.
CAT terdiri dari 3 komponen tes dengan rincian sebagai berikut :
Total butir yang diukur di CAT sebanyak 40 butir dengan waktu pengerjaan maksimal 30 menit (10 menit untuk setiap bagian tes).
Norma yang digunakan pada CAT diperoleh dari populasi lokal dengan sumber data lebih dari 15.000 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Berikut adalah kriteria populasi yang menjadi dasar penormaan CAT:
Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, Cognitive Ability Test milik Talentics by KTM Solutions memiliki besaran yang memenuhi kriteria, sehingga dapat dipercaya memiliki hasil pengukuran yang akurat. Dapat dikatakan bahwa alat tes ini terbukti dapat mengukur kemampuan kognitif individu. Idealnya, sama seperti tes kecerdasan pada umumnya akurasi hasil tes CAT dapat digunakan selama 18-24 bulan.
Tidak, Cognitive Ability Test (CAT) bukanlah Intelligenz Struktur Test (IST). CAT dan IST adalah dua tes yang berbeda, namun memiliki tujuan dan fokus yang serupa, yaitu untuk mengukur kemampuan kognitif individu.
Perlu diingat CAT bukanlah tes IST. Namun, hasil skoring CAT dapat disetarakan dengan skor IST. Berikut adalah rincian lengkap komparasi kategori CAT dan IST:

Pada penggunaannya, Sub-Aspek dari Cognitive Abilities Test milik Talentics by KTM Solutions juga dapat dikonversikan ke dalam Sub-Aspek Intelligenz Struktur Test (IST) yang umum digunakan di Indonesia.
Ya, Cognitive Ability Test adalah salah satu tes kemampuan kognitif yang dapat digunakan dalam proses seleksi karyawan. Komponen-komponen yang diukur pada Cognitive Ability Test berkaitan erat dengan kemampuan seseorang melihat suatu permasalahan, menangkap pola pada solusi yang lama dan membuat solusi baru yang relevan, hingga membuat kesimpulan. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat memprediksi kemampuan seseorang untuk menghadapi berbagai situasi dalam pekerjaannya.
Pada beberapa instansi, perusahaan, atau organisasi, penilaian terhadap skor kecerdasan tidak menjadi syarat utama dalam penilaian kelayakan kenaikan pangkat. Melainkan perusahaan lebih mempertimbangkan kinerja, kompetensi, pencapaian, dan pengalaman karyawan selama bekerja di perusahaan. Oleh sebab itu, penilaian terhadap kemampuan kognitif tidak harus dilakukan dalam proses pengangkatan karyawan. Namun apabila perusahaan tetap ingin mengukur kecerdasan sebagai salah satu pertimbangan kenaikan pangkat karyawan, maka pengukurannya dapat tetap dilakukan sesuai kebutuhan dan kebijakan masing-masing perusahaan.
Sama halnya dengan proses seleksi dan kenaikan jabatan, tidak semua seleksi jabatan membutuhkan tes kecerdasan. Semua tergantung kebijakan dan kebutuhan perusahaan tersebut.