Big 5 Personality adalah alat ukur untuk mengetahui kecenderungan sikap dan perilaku individu dalam kehidupan sehari hari maupun dalam konteks kerja.
35 Minutes
Big 5 Personality penting digunakan untuk mengukur prediksi karaterisik individu saat bekerja. Hasil tes memberikan informasi terkait individu berupa:

35 Minutes

Personality

Personality

Development, Selection, Transformation

Bahasa Indonesia, English

Big 5 Personality merupakan salah satu jenis tes yang dirancang dan dikembangkan oleh Talentics by KTM Solutions untuk mengukur kecenderungan sikap dan perilaku individu dalam kehidupan sehari hari, mulai dari kehidupan pribadi hingga kebiasaan di dunia kerja.
Big 5 Personality dikembangkan berdasarkan model teori Five Factors Models yang dikembangkan oleh McCrae dan Costa pada Tahun 1992. Teori ini mengukur lima dimensi kepribadian manusia, yaitu openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism.
TPT dirancang berdasarkan lima dimensi utama kepribadian yaitu :
Total butir yang diukur di Big 5 Personality sebanyak 104 butir dengan waktu pengerjaan maksimal 35 menit.
Penilaian terhadap kepribadian individu dilakukan dengan cara self-report. Artinya, individu akan memberikan penilaian terhadap dirinya berdasarkan pernyataan-pernyataan yang ditampilkan pada tes. Individu dapat memilih enam pilihan respon, mulai dari “Sangat tidak menggambarkan diri saya” hingga “Sangat menggambarkan diri saya”.
Seluruh alat ukur Talentics by KTM Solutions telah dilengkapi dengan fitur untuk mendeteksi bentuk-bentuk perilaku yang bertentangan dengan harapan pada saat pengerjaan tes. Fitur yang tersedia diantaranya adalah Response Bias dan Indicator of Misbehavior. Response Bias digunakan untuk memberikan informasi mengenai kemungkinan keaslian individu dalam memberikan respons terhadap tes. Terdapat dua jenis Response Bias, yaitu Genuine Response (mengindikasikan respon-respon dalam tes menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya) dan Not Genuine Response mengindikasikan respons-respons dalam tes tidak menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Sementara itu, Indicator of Misbehavior digunakan untuk mendeteksi durasi dan frekuensi individu keluar dari laman tes untuk membuka laman/aplikasi lain selama proses pengerjaan tes. Meski demikian, penggalian informasi lebih lanjut terhadap informasi yang disajikan tetap disarankan agar lebih memahami faktor-faktor yang mendasari penilaian terhadap Response Bias dan Indicator of Misbehavior (terutama pada hasil tes yang memiliki indikasi Not Genuine dan/atau banyaknya indikasi Misbehavior yang terdeteksi).
Penilaian kepribadian menggunakan Big 5 Personality dilihat dari dua kutub yang ada pada masing-masing indikator perilaku. Skor yang tinggi pada sebuah indikator perilaku menandakan karakteristiknya cenderung seperti kutub kanan pada indikator tersebut, dan sebaliknya. Baik kutub kanan atau kiri tidak menandakan/disimpulkan sebagai karakteristik kepribadian yang baik/buruk atau benar/salah. Interpretasi terhadap hasil tes perlu dilakukan secara holistik dengan melihat keseluruhan skor indikator. Hal ini karena pada dasarnya kepribadian individu terbentuk dari interaksi indikator-indikator yang saling berdinamika membentuk ciri khas individu.
Norma yang digunakan pada Big 5 Personality diperoleh dari populasi lokal dengan sumber data lebih dari 10.000 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Berikut adalah kriteria populasi yang menjadi dasar penormaan Big 5 Personality :
Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, Big 5 Personality memiliki besaran yang memenuhi kriteria, sehingga dapat dipercaya memiliki hasil pengukuran yang akurat. Dapat dikatakan bahwa alat tes ini terbukti dapat mengukur kepribadian individu berdasarkan penilaian terhadap dirinya sendiri. Idealnya, akurasi hasil tes Big 5 Personality dapat digunakan selama 18-24 bulan.
Tidak, Big 5 Personality bukanlah Big Five Inventory (BFI). Big 5 Personality dan BFI adalah dua alat tes yang berbeda, walaupun keduanya sama-sama mengukur kepribadian yang didasarkan pada teori Five Factor Models atau sering disebut dengan Big Five. Secara singkat perbandingan untuk keduanya dapat dilihat pada tabel berikut:

Ya, Big 5 Personality merupakan salah satu alat untuk mengukur kecenderungan sikap dan perilaku individu yang dapat digunakan untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kepribadiannya. Hasil Big 5 Personality dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan karena dinilai dapat memberikan informasi mengenai karakteristik yang dimiliki oleh kandidat, kelebihan, hingga kebiasaan yang mungkin ditampilkannya ketika bekerja atau mengemban suatu tanggung jawab sesuai dengan jabatan. Informasi-informasi tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seleksi, promosi, dan evaluasi.
Pada dasarnya, Big 5 Personality dirancang untuk menjadi salah satu sumber penilaian terhadap individu mengenai karakteristik kepribadian yang dimiliki. Hasil tes ini dapat dijadikan sebagai informasi untuk memprediksi sikap dan perilaku yang mungkin ditampilkan individu saat bekerja. Di sisi lain, oleh karena sifat tes ini adalah self-inventory, maka tetap diperlukan adanya penilaian yang lebih bersifat objektif terhadap kompetensi. Oleh sebab itu, pembacaan laporan oleh profesional serta penilaian melalui wawancara dan/atau behavior based assessment dapat digunakan untuk memperlengkapi penilaian kompetensi individu.