Tes kemampuan kognitif umumnya ditujukan untuk mengukur sejauh mana seseorang mampu memahami dan mengolah informasi secara umum. Sementara Critical Thinking Index ditujukan untuk mengukur kemampuan dan kecenderungan seseorang untuk berpikir secara terarah, dengan mempertimbangkan bukti, konteks, metode, dan standar dalam memahami suatu masalah untuk memutuskan apa yang layak dipercaya atau dilakukan. Pada konteks profesional, kemampuan kognitif yang tinggi tidak secara otomatis membuat seseorang mampu berpikir kritis secara efektif. Individu dengan kemampuan kognitif tinggi tetap dapat terjebak bias pribadi dalam menilai informasi maupun mengambil keputusan. Sebaliknya, individu dengan kemampuan berpikir kritis yang baik cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi secara objektif, yang memungkinkannya untuk mengambil keputusan secara lebih rasional.