Description

Critical Thinking Index adalah alat ukur yang dikembangkan Talentics by KTM Solutions untuk mengetahui kemampuan dan kecenderungan berpikir kritis individu dalam konteks profesional, membantu organisasi mengenali dan mengembangkan talenta yang siap menghadapi tantangan bisnis di era VUCA.

Elements of Measurement Tools

Critical Thinking Index penting digunakan untuk melengkapi hasil tes kognitif dan interview dalam proses seleksi, promosi, maupun pengembangan karyawan. Hasil tes memberikan informasi terkait individu berupa:

  • Profil berpikir kritis individu, berdasarkan kombinasi skor Critical Thinking Ability dan Critical Thinking Disposition.
  • Gambaran kemampuan kognitif individu dalam menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan suatu informasi atau permasalahan.
  • Gambaran kecenderungan individu untuk secara konsisten terdorong menerapkan kemampuan berpikir kritisnya ketika menghadapi situasi kerja yang kompleks.

Measured Capabilities

  • Critical Thinking Ability
    Mengukur kemampuan kognitif individu untuk membuat penilaian yang baik, terarah, terkendali, dan berorientasi pada tujuan, dengan berlandaskan bukti, konsep, metode, kriteria, atau konteks yang relevan, meliputi Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference, & Explanation
  • Critical Thinking Disposition
    Mengukur dorongan yang muncul secara konsisten dari dalam diri individu untuk mau terlibat dalam proses berpikir kritis saat menghadapi informasi, klaim, argumen, atau situasi yang menuntut penilaian, meliputi Intellectual Curiosity, Structured Reasoning, Critical Thinking Self-confidence, & Cognitive Maturity

Assessment List

Critical Thinking Ability
40 Questions

|

30 Minutes
Critical Thinking Disposition
20 Questions

|

15 Minutes

Validity & Reliability Test

Test Duration

45 minutes

Measurement Type

Measurement Framework

Features

  • Critical Thinking Profile (Ideal Thinker, Eager Thinker, Reluctant Thinker, atau Passive Thinker)
  • Score & Description per Aspect (5 aspek Ability dan 4 aspek Disposition)
  • Dapat digunakan terpisah (Ability saja untuk screening cepat) atau dikombinasikan sesuai kebutuhan
  • Dikembangkan berdasarkan C-Thrive Framework by KTM Solutions

Related Assessment

Request for Report Sample & Manual Book

Question Example

Critical Thinking Ability
Critical Thinking Disposition

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Critical Thinking Index?

Critical Thinking Index merupakan alat ukur yang dirancang dan dikembangkan oleh KTM Solutions untuk mengetahui gambaran kemampuan dan kecenderungan berpikir kritis individu dalam konteks profesional. Alat ukur ini dikembangkan dengan tujuan untuk membantu organisasi mengenali dan mengembangkan talenta profesional untuk menghadapi tantangan bisnis secara kritis.

Apa perbedaan Critical Thinking Index dengan tes kemampuan kognitif pada umumnya?

Tes kemampuan kognitif umumnya ditujukan untuk mengukur sejauh mana seseorang mampu memahami dan mengolah informasi secara umum. Sementara Critical Thinking Index ditujukan untuk mengukur kemampuan dan kecenderungan seseorang untuk berpikir secara terarah, dengan mempertimbangkan bukti, konteks, metode, dan standar dalam memahami suatu masalah untuk memutuskan apa yang layak dipercaya atau dilakukan. Pada konteks profesional, kemampuan kognitif yang tinggi tidak secara otomatis membuat seseorang mampu berpikir kritis secara efektif. Individu dengan kemampuan kognitif tinggi tetap dapat terjebak bias pribadi dalam menilai informasi maupun mengambil keputusan. Sebaliknya, individu dengan kemampuan berpikir kritis yang baik cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi secara objektif, yang memungkinkannya untuk mengambil keputusan secara lebih rasional.

Mengapa organisasi perlu mengukur kemampuan berpikir kritis karyawan?

Dengan melakukan pengukuran kemampuan berpikir kritis, organisasi dapat memiliki gambaran mengenai kemampuan para karyawan dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan secara tepat, serta kecenderungannya untuk menerapkan kemampuan berpikir kritis tersebut secara konsisten di tengah kompleksitas dan ketidakpastian era VUCA.

Apakah Critical Thinking Index adalah tes yang dapat digunakan untuk proses seleksi, promosi, dan pengembangan karyawan di perusahaan?

Ya. Critical Thinking Index dapat digunakan untuk ketiga tahapan tersebut. Pada tahap rekrutmen, alat ukur ini bisa membantu organisasi menyaring kandidat dengan kemampuan berpikir kritis yang diperlukan sesuai tuntutan peran. Sementara pada tahap promosi, Critical Thinking Index dapat memberikan gambaran apakah karyawan memiliki kesiapan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Lalu, alat ukur ini juga berguna pada tahap pengembangan karyawan, dengan membantu organisasi mengidentifikasi area kemampuan dan kecenderungan berpikir kritis yang perlu ditingkatkan, sehingga program pelatihan dapat dirancang lebih tepat sasaran.

Komponen apa saja yang diukur dalam Critical Thinking Index?

Critical Thinking Index mengukur dua komponen utama, yaitu:

  • Critical Thinking Ability: mengukur kemampuan kognitif individu dalam berpikir kritis, yang mencakup lima aspek: Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference, dan Explanation.
  • Critical Thinking Disposition: mengukur kecenderungan individu untuk secara konsisten mau terlibat dalam proses berpikir kritis, yang mencakup empat aspek: Intellectual Curiosity, Structured Reasoning, Critical Thinking Self-confidence, dan Cognitive Maturity.
Apakah penggunaan Critical Thinking Index harus mencakup kedua komponen ability dan disposition?

Tidak harus. Organisasi dapat memilih untuk menggunakan Critical Thinking Ability saja, atau mengombinasikannya dengan Critical Thinking Disposition sesuai kebutuhan. Pengukuran ability saja cocok dilakukan untuk kebutuhan screening cepat dalam rekrutmen massal. Namun perlu dipahami bahwa tingginya ability karyawan untuk berpikir kritis tidak menjamin karyawan tersebut akan menggunakannya secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari. Tanpa disposition atau dorongan untuk berpikir kritis yang memadai, karyawan cenderung akan menyederhanakan informasi kompleks secara berlebihan atau terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa memeriksa ketepatan penalarannya. Oleh karena itu, pengukuran yang mengombinasikan ability dan disposition lebih disarankan, terutama untuk proses seleksi yang bersifat high-stakes atau peran kritikal, promosi, serta pengembangan karyawan, guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Berapa lama waktu pengerjaan Critical Thinking Index?

Waktu pengerjaan Critical Thinking Index secara keseluruhan adalah 45 menit, dengan rincian 30 menit untuk Critical Thinking Ability dan 15 menit untuk Critical Thinking Disposition.

Pada level atau posisi apakah Critical Thinking Index paling relevan digunakan? Apa tes ini terbatas hanya untuk karyawan tingkat menengah?

Critical Thinking Index paling relevan digunakan untuk karyawan tingkat menengah (mid-level), karena pada level ini karyawan kerap dihadapkan pada situasi yang menuntut analisis mendalam dan pengambilan keputusan di tengah kompleksitas bisnis. Namun, alat ukur ini tidak terbatas pada level tersebut, organisasi tetap dapat menggunakannya pada level jabatan lain sesuai kebutuhan dan konteks penggunaan yang diinginkan.

Apa yang akan diperoleh setelah peserta menyelesaikan tes ini?

Setelah menyelesaikan tes, organisasi akan memperoleh gambaran profil berpikir kritis individu yang mencakup skor Critical Thinking Ability dan Critical Thinking Disposition. Kombinasi kedua skor tersebut akan menghasilkan salah satu dari empat profil berpikir kritis, yaitu Ideal Thinker, Reluctant Thinker, Eager Thinker, atau Passive Thinker yang masing-masing menggambarkan karakteristik berpikir kritis individu secara berbeda.

Contact Us